Lagi Soal Sembako, KPM Desa Banjarmasin Carita Keluhkan Komoditi Beras Juga Bukti Penarikan Saldo Yang Tak Diberikan Oleh Agen Kepada Penerima Manfaat

Pandeglang,hariantempo.com

Kisruh soal bantuan sembako ( BPNT) di Kabupaten Pandeglang , Akhir tahun 2021  kemarin menjadi sorotan Publik.Ramai nya para awak media memberitakan persoalan Bantuan Sosial Non Tunai ini , hampir terjadi dibeberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang.Hingga memicu Argumentasi , serta Narasi miring perihal lemah nya pengawasan team koordinator ditingkat Kecamatan,hingga Kabupaten Pandeglang yang mengawasi penyaluran bantuan yang diterima oleh seluruh keluarga Penerima Manfaat ( KPM)

Hal senada terjadi di Kp.Padarek,Desa Banjarmasin, Kecamatan Carita, kabupaten Pandeglang Banten.Saat media hariantempo.com mendengar keluhan salah satu KPM yang berinisial A,menceritakan tentang regulasi pengecekan kartu KKS yang ditenggarai oleh salah satu keluarga Agen e warong berdasarkan perintah Tinah selaku pemilik E warong yang kemudian hari diketahui sebagai  putri dari kepala Desa setempat ( Selasa 4/12/2022)

“Bulan Desember kemarin saya dapat 5 karung beras pak,yang 4 karung itu beras nya bagus,yang 1 karung beras nya bau Apek dan kalau di masak rasa nya tidak enak”

Selain komoditi yang kurang bagus,ia juga menilai ada indikasi kecurangan dari salah satu komoditi yang ia dapat saat penyaluran  bantuan BPNT kemarin

” Saya mendapatkan 5 karung beras,telur 7 kg,sayur sop 5 bungkus,Dan salak 2 kg.Mendengar dari orang lain tetangga yang sama mendapat kan bantuan,seharus nya dalam hitungan 1 karung beras itu mendapat kan sekitar 2 kg telur.Jadi kalau di hitung,jumlah yang seharus nya saya dapat dari hitungan 5 karung beras adalah 10 kg telur.Tetapi nyata nya,saya hanya mendapatkan 7kg telur,dan yang 3kg nya lagi entah kemana” beber nya pada media

Selanjut nya,ia menceritakan ketika diri nya butuh uang,dan akan menjual telur ke warung tetangga nya,saat di kilo jumlah hitungan kiloan nya tidak sesuai apa yang menjadi perkiraan nya.

” Saya mau jual telur 4 kg ke warung buat jajan anak saya,tapi ketika di kilo ulang ter nyata dari 4 kg itu kurang 1/2 kg dan telur tsb dinyatakan oleh pemilik warung hanya 3 1/2 kg saja jumlah kiloan nya,Dan tidak pas hitungan 4 kg” tandas nya

Saat dipertanyakan ketika regulasi penyaluran program sembako,diri nya mengaku tidak pernah melihat struk pengecekan dari mesin EDC sesuai nominal pagu yang ia dapat kan,karena selama ini biasa nya  pengambilan sembako ini melalui orang lain yang di perbantukan oleh Agen, dan kami semua tidak pernah melihat struk penarikan jumlah uang dari pengecekan di mesin edc oleh Agen e warong.

Senada yg di sampaikan oleh salah satu KPM yang masih satu lingkungan,diri nya mengatakan ketika sering mendapatkan komoditi yang tidak bagus juga busuk,dan akhir nya tidak bisa di konsumsi oleh nya

” Dulu pernah saya mendapatkan telur yang tidak bisa di masak,1kg saya buang semua karena busuk tidak bisa di masak,mau di kembalikan tidak enak sama Agen nya takut dimarahi” jelas nya pilu pada media

Menyikapi persoalan ini,salah satu tokoh masyarakat juga pentolan di lembaga sosial control di Kabupaten Pandeglang angkat bicara,karena menilai hal ini perlu ada nya pengawasan dari semua element kepemerintahan saat penyaluran hak hak kaum penerima manfaat di “MODIFIKASI” oleh oknum yang mengatas namakan sebagai jasa mempermudah pelayanan masyarakat

Hingga berita ini diturunkan,pihak media berusaha untuk menyambangi Agen e warong yang tampak sepi setelah penyaluran bantuan,juga sambungan pribadi nya pun saat di hubungi tak penah memberikan jawaban sesuai apa yang di pertanyakan oleh awak media.(red)

Reporter : yona.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.