Warga Bambu Kuning Hadimulyo Barat Keluhkan Pemasangan Tiang Internet XL Yang diduga Tidak Memiliki Izin

Saiwawai.id,Metro – Puluhan warga bambu kuning mengeluh dan protes atas pemasangan tiang internet XL yang diduga tidak memiliki izin. Hasil daripada pantauan awak media, tiang internet tersebut telah terpasang sebanyak kurang lebih sepuluh tiang yang telah di pasang di Jalan Bambu Kuning Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat, Rabu (22/09/2021).

Saat di wawancarai oleh awak media berkaitan tentang pemasangan tiang XL tersebut, Rachmad Diansyah selaku ketua RW 06 Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat menyampaikan “sampai dengan detik ini koordinasi terhadap pamong setempat dan warga oleh pihak XL nya belum ada sama sekali, ini yang dikeluhkan warga, belum ada izinnya ke warga sekitar ataupun pamong sekitar,” katanya

Dirinya juga menyampaikan “kalaupun ada izinnya dari dinas terkait kami kepingin tau, dari pamong juga ingin melihat benar atau tidak izinnya,” tutupnya

Tak hanya itu Redi Yudawan selaku warga setempat saat di wawancarai oleh awak media dirinya pun menyampaikan, “pada hari Kamis kemarin tau-tau sudah mereka pasang tiang nya, katanya hari Jum’at kemarin dari pihak pengawas XL mau datang, nyatanya sampai sekarang belum datang, tiba-tiba ini sudah main pasang kabel saja,” katanya

“Artinya ini semacam protes dari warga, maksud kami semua itu harus ada etika lah, masuk rumah orang ya harus permisi lah, adapun pemasang tiang yang telah di pasang sudah sebanyak sepuluh tiang itupun di depan rumah-rumah warga tanpa izin,” tambahnya

Dirinya juga pun menyampaikan, “dari pihak XL tolong koordinasi dan izin dulu lah, permisi dulu kepada warga setempat, karena selama ini tidak izin, itu yang kami sesalkan,” tutupnya

Ditambahkan juga oleh Riadi Sudomo selalu pekerja dirinya menerangkan “bahwa pemasangan tiang jaringan tersebut dilakukan di seluruh Kota Metro sampai dan sejauh ini sudah berdiri kurang lebih seratus tiang, dan mengenai perizinan pihaknya tidak mengetahui, dan dia sangat sesalkan dari pihak pengawas yang bisa dibilang lepas tangan,” katanya

Dirinya juga menyampaikan “ya saya ini cuma pekerja harian dengan gaji sehari Rp.150.000 dan saya sudah diliburkan selama kurang lebih seminggu akibat perizinan dengan warga ini, beberapa hari kemarin saya kami sudah menghubungi pihak pengawas via telfon dan dia menyanggupi akan menemui warga, dan sejak itu saya diliburkan kemudian saya dihubungi kembali dan suruh kembali bekerja dan ketika kami mulai bekerja warga kembali mempertanyakan izin kembali,” pungkasnya**

Laporan: Ahue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.