Akibat hujan turun sangat deras Ruang Kelas SMPN 2 Gunungkencana Ambruk.

Lebak, (hariantempo.com)- Satu ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gunungkencana, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, ambruk. Ambruknya ruang kelas tersebut, selain sudah tidak layak digunakan, ruang kelas tersebut juga tidak kuat menahan debit air hujan yang turun terus menerus sejak hari Jumat-Sabtu (19-20/11/2021) kemarin.

 

Salah satu guru bidang kesiswaan SMPN 2 Gunungkencana, Yaya Sunarya mengatakan, ambruknya satu ruang kelas tersebut terjadi hari Sabtu. Beruntung kata dia, saat ambruk siswa siswi sedang istirahat dikantin, sehingga tidak menimbulkan korban.

 

“Anak-anak berlarian ke kantor ketika mendengar suara gemuruh yang berasal dari salah satu ruang kelas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa saat ruang kelas ambruk, lantaran saat kejadian, siswa sedang istirahat,” kata Yaya Sunarya, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (22/11/2021).

 

Masih kata Yaya, ruang kelas yang ambruk tersebut berada satu jajar dengan ruang kelas lainnya. Namun, yang ambruk hanya satu saja. Ia berharap, pemerintah daerah dapat memperbaiki ruang kelas tersebut.

 

“Ada 3 kelas, posisinya sejajar. Namun yang ambruk cuma yang tengah, kami berharap kerusakan tersebut dapat segera mendapatkan perbaikan agar proses kegiatan belajar dan mengajar tetap berjalan dengan baik,” ujar Yaya.

 

Sebelum ambruk, lanjut Yaya, kondisi ruang kelas tersebut memang dalam kondisi yang tidak baik. Mengingat, meski bangunan kokoh, namun rangka atap yang terbuat dari kayu sudah rusak. Jadi sejak bulan Juli kemarin sudah tidak digunakan.

 

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Pendidikan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Ibnu Wahidin, membenarkan jika satu ruang kelas di SMPN 2 Gunungkencana roboh akibat tidak kuat menahan air hujan.

Namun, lanjut Ibnu, berdasarkan keterangan dan pemantauan dilapangan, ruang kelas yang ambruk tersebut sudah tidak digunakan untuk kegiatam kegiatan belajar dan mengajar sejak bulan Juli. Hal tersebut dikarenakan, pihak sekolah tidak mau gegabah, karena kondisinya memang sudah mengalami kerusakan di bagian atap.

“Iya ambruk. Tapi, ruang kelas tersebut sudah tidak gunakan untuk KBM lagi sejak bulan Juli, karena pihak sekolah tidak mau gegabah. Lantaran kondisinya sudah mengalami kerusakan,” kata Ibnu.

Untuk kedepannya, lanjut Ibnu lagi, pihak sekolah dipersilahkan mengajukan perbaikan, pihaknya nanti akan melaporkan kebagian aset daerah. ”Kita minta pihak sekolah untuk menurunkan atapnya. Silahkan ajukan perbaikan, nanti kita teruskan ke aset daerah,” pungkas Ibnu.(red)

Reporter; (Sumantri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.