Aktivis "GAIB" Sangat Sesalkan Tindakan Oknum Polisi Polresta Banyuwangi Tanpa Prosedur

Banyuwangi – Hariantempo.com, Beredar ramai vidio dan berita wanita cantik menangis histeris di depan Polresta Banyuwangi, banyak menimbulkan berbagai sudut pandang dari berbagai kalangan masyarakat di kabupaten Banyuwangi dalam hal penegakan hukum, pada Sabtu (8/5/2021).

Dalam vidio dan berita yang beredar tersebut dijelaskan bahwa korban bernama (H) merasa dihadang oleh orang berpakaian preman yang diketahui selanjutnya adalah anggota kepolisian dari Polresta Banyuwangi kemudian dibawa ke Mako dan diperiksa di ruang pidsus Polresta Banyuwangi atas dasar pengaduan terkait STNK ganda dan dibenarkan langsung oleh Ipda Nurmansyah selaku kanit Pidsus Polresta Banyuwangi bahwa itu benar anak buahnya.

Dari situasi tersebut muncul steatmen dari aktivis Banyuwangi salah satunya dari Eko Wijiono ketua Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB) menyampaikan, “Profesionalisme polisi dalam penegakkan hukum dituntut untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai dengan Undang-Undang dan tidak subyektif untuk menghindari kesalahan dalam penanganan hukum di masyarakat,” Ungkapnya saat dimintai steatmen oleh beberapa media.

“Hukum itu sendiri adalah berkenaan dengan hak dan kewajiban dan telah dijamin oleh negara untuk memenuhi rasa keadilan, Diduga pengadu tidak memiliki legal standing dengan menunjukkan atau menghadapkan bukti kepemilikan kendaraan bermotor berupa bukti kepemilikan kendaran bermotor (BPKB) sebagai bukti kepemilikan yang mutlak,” Terang ketua GAIB.

Masih Eko, “Polisi dalam hal ini Unit Tindak Pidana Khusus (TIPIDSUS) POLRESTA Banyuwangi tidak boleh serta merta menerima laporan apalagi menindaklanjuti secara represif berupa menghadang dan sita. Jika memang benar berdasarkan surat perintah tugas (SPRINGAS) maka perlu dipertanyakan prosedur penerbitannya. Sedangkan SOP perlu di adakan tahapan gelar awal sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut dalam penanganan perkara hukum untuk menghindari kesalahan dan menjadikan celah gugatan balik masyarakat,” Tutupnya kepada media.

Laporan: Oyex/Robby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.