Aktivis Sorot Kinerja Tim Teknis Pengadaan SARPA Budidaya DKP Takalar

 

Takalar, Hariantempo.com – Seperti Sebelumnya diberitakan oleh media ini, bahwa Rekanan CV Lira Sejahtera merasa dirugikan oleh salah satu Tim Teknis Pengadaan (SARPA) Budidaya ikan Hias Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Takalar

 

Dimana Daeng Naba selaku Rekanan CV. Lira Sejahtera, sangat kecewa lantaran laporan berita Acara Pemeriksaan Tim teknis atas nama Thamrin Fahruddin. S.Pi tidak mau tanda tangan, pada hal Pengadaan sudah sesuai Surat Perintah Kerja (SPK), bahkan sudah di PHO pada tanggal 04 Agustus 2021 kemarin.

 

Namun, sangat disayangkan dari tiga Tim teknis Pengadaan SARPA Budidaya ikan Hias Tawar hanya Thamrin yang tidak mau tanda tangan, padahal waktu penyerahan serah terima barang kekelompok yang di tunjuk dinas DKP, tim Teknis dan didampingi oleh salah satu stap bidang Budidaya menyaksikan.kesalnya Daeng Naba 18/09/21

 

Lanjut Daeng Naba,” yang dimaksud Thamrin, ada Indukan sebahagian mati, itu sebetulnya tanggung jawab kelompok karena barang sudah diterima kekelompok dibulan yang lalu, tapi karena saya mau bertanggung jawab saya gantikan indukan tersebut dan disaksikan oleh penyuluh dari DKP, bahkan saya sampaikan PPK dan kepala Bidang.

 

,” Saya merasa dirugikan sekali oleh (Thamrin) tim teknis, karena Sudah dua bulan, namun berkas laporan berita Acara Pemeriksaan tidak di tanda tangani oleh tim teknis dengan berbagai macam alasan. Ujarnya Daeng Naba

Thamrin Fahruddin S.Pi, melalui pesan WhatsAppnya Jum’at Sore 17/09/21 hanya mengirim Screenshot percakapan dengan PPKnya,” dalam percakapan Thamrin meminta kepada PPK bahwa dari hasil pemeriksaan berpendapat indukan di ganti, dan menduga lokasi tersebut tidak sesuai Budidaya ikan hias tawar.

 

Thamrin menambahkan, butuh salah satu orang yang berkompeten bidang budidaya yang bisa memberikan pernyataan tertulis bahwa lokasi tersebut sudah sesuai Budidaya ikan Hias Tawar.

,”Yang dianggap bermasalah kelompok yang di Takalar lama, dimana menurut Thamrin Faktor sumber airnya, Ikan hias habitatnya air tawar sedangkan takalar lama air asin atau payau, Kemudian kalau menggunakan air PDAM pakai kaforit sedangkan ikan hias tdk bisa kalau ada kaforitnya.ini hanya dugaan sy pak jadi sy tdk berani TTD tabe🙏🙏🙏

Sebelumnya Ir.Mursalim salah satu Tim Teknis Pengadaan SARPA Budidaya ikan Hias Tawar dikonfirmasi mengatakan Pengadaan Sarana dan Prasarana Budidaya ikan Hias Tawar sudah sesuai spesifikasi, tidak ada lagi masalah.katanya Ir.Mursalim

Sementara Salah satu Aktivis Takalar, Muh Yusuf angkat bicara dan menyoroti bahwa tidak ada alasan Tim Teknis tidak mau tanda tangan di laporan berita acara pemeriksaan barang, menurut Yusuf penyedia CV.Lira Sejahtera sudah sesuai SPK.

Yusuf Menilai Thamrin Sebagai Tim Teknis Pengadaan Sarana dan Prasarana (SARPA) Budidaya ikan Hias Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Takalar, harus melihat tupoksi sebagai tim teknis, jangan terlalu menjauh. karena Menyangkut lokasi pengadaan bukan rekanan tapi yang menunjuk dinas DKP. tegas Yusuf

Selain itu Aktivis muda ini akan mendalami semua kegiatan pengadaan budidaya sebelumnya baik tahun 2019 dan 2020 karena kuat dugaan di DKP Takalar ada permainan khususnya masalah pengadaan. Tegasnya

Sampai berita Tayang belum ada konfirmasi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Takalar.(red)

Laporan:(Arsyadleo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.