Diduga,Oknum Pendamping PKH  Desa Rancateureup "Curi" Sejumlah Uang KPM di Buku Tabungan

Pandeglang,hariantempo.com

Seorang warga Desa Rancateureup,Kecamatan Labuan,Kabupaten Pandeglang,Provinsi Banten merasa kesal dan marah saat menceritakan diri nya yang merasa ditipu selama 2th oleh pendamping PKH di Desa nya sambil menangis saat awak media menyambangi kediaman nya pada minggu,( 5/12/2021)

(N) ,mengaku menjadi peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluaga Harapan (PKH) sejak tahun 2017 merasa program ini sangat membantu diri nya yang  berpenghasilan minim juga miskin untuk menghidupi anak nya serta menyekolahkan nya hingga saat ini ke tingkat SLTP.

Ia menceritakan,Regulasi pencairan PKH biasa nya setiap bantuan yang akan turun ke masing masing rekening KPM itu sehari sebelum pengambilan uang , ATM di kumpulkan oleh ketua kelompok atas arahan dari pendamping PKH di Desa nya.

“Kami semua terpaksa harus mengumpulkan ATM ke ketua kelompok pak,kalau gak nurut kami akan dihapus menjadi anggota PKH oleh Pendamping nya pak” jelas nya tegas pada wartawan.

” Setelah kami mendapat kan uang kami beserta struk pengambilan,itu di potong bervariasi sesuai saldo jumlah uang yang kami dapat.Biasa nya diantara Rp.50 ribu sampai  30 ribu rupiah yang keperuntukan nya tak jelas entah untuk apa” tambah nya.

Kejadian ini berlangsung selama bertahun tahun,seolah ini telah menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh anggota KPM.

Hingga pada tahun 2020,akibat sering nya kartu ATM berpindah tangan,sehingga kartu tersebut rusak.hal ini lah yang memicu ada nya dugaan penyimpangan yang di lakukan oleh oknum pendamping PKH.

“Karena kartu ATM saya rusak dan tidak bisa di pakai, saya menghubungi pak IMAN selaku pendamping.Ia menyarankan agar kartu tersebut diganti.Tapi aneh nya,kartu ATM beserta Buku Tabungan semua nya diambil oleh nya”.tambah nya

Selama kurun waktu 2th,(N) merasa tak pernah mendapatkan bantuan PKH,semenjak kartu ATM beserta Buku Tabungan di pegang oleh pendamping nya.ketika saat orang lain mendapat kan bantuan dari program PKH,ia hanya cukup menggigit jari sambil menelan ludah dan bertanya ” kenapa saya tidak dapat uang PKH”.

Berbagai macam alasan yang ia terima,saat ia bertanya kepada pendamping nya ” kenapa ATM saya belum jadi dan saya tidak dapat bantuan lagi”.

Alangkah kaget serta bingung,ketika satu saat pendamping PKH membawa nya ke Kota Pandeglang untuk pengambilan kartu ATM yang baru serta pendamping menyerahkan buku tabungan nya yang didalam buku tersebut berderet jumlah saldo yang masuk dari tahun 2020 yang ia sendiri merasa belum pernah mengambil nya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada koordinator Kecamatan (KORCAM) PKH,Wahyu secara kooperatif turun kelapangan untuk menindak lanjuti informasi yang di sampaikan oleh awak media.

“Saya akan temui Pendamping PKH nya dulu,insya allah dalam waktu dekat ini akan kita klarifikasi persoalan ini” jelas nya kepada media di depan korban.

Hingga berira ini diturunkan,pihak pendamping PKH belum bisa di hubungi seolah menghindar dari pertanyaan awak media.(red)

 

Reporter : yona.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.