E-warung Kecamatan Labuan Bakal Mandiri, Supplier BPNT Di Non Aktifkan

 

Hariantempo.com Pandeglang,
Dari hasil rapat kordinasi antara Timkor kecamatan, dengan Dinas sosial ( Dinsos ) Kabupaten Pandeglang beberapa lalu, telah di putuskan jika di Kecamatan Labuan tidak lagi menggunakan supplier.

Berawal dari aksi sebagian Aktifis dan Mahasiswa yang menggeruduk Kecamatan Labuan beberapa lalu, serta di lanjutkan dengan Audensi dengan Camat, Kapolsek dan Danramil serta beberapa aktifis, langsung di sikapi oleh Pemerintah Kecamatan dan Dinas Sosial Pandeglang.

Dalam audensi pendemo melalui oratornya mengatakan, jika dalam Pedum harus sesuai dengan 6 T dan komoditi yang sesuai, serta harga yang sesuai pasaran, serta tidak adanya tercantum terkait pihak ketiga atau Supplier.

Hal ini juga segera di tanggapi oleh pihak Dinas Sosial dan Pemerintahan Kecamatan. Dan hasil rapat kordinasi, Dinsos melalui Kecamatan agar memutuskan tidak di adakanya supplier,” memang setelah kami menerima para pendemo saat itu, kami langsung berkordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten, dan kami juga melakukan rapat Koordinasi dan hasilnya jika Kecamatan Labuan tidak lagi menggunakan supplier dalam penyaluran BPNT, ” ungkapnya Ace Janurji.SE di Rumah Dinasnya.

Ace juga mengatakan dengan rujukan dari Pedum yang tidak adanya pihak supplier atau ketiga di dalam pemberian Bantuan Pangan Non Tunai,” yaa itu keputusan tepat yang di ambil oleh Dinas sosial dalam hasil rapat kemarin, maka dalam hal ini, kedepannya e-warung yang ada di wilayah kami, di haruskan secara mandiri, disini juga agen harus melaksanakan ketentuan yang berlaku, makanya kami berikan Surat Edaran,” tuturnya.

1 tepat sasaran
2 tepat kwalitas
3 tepat jumlah
4 tepat harga
5 tepat waktu
6 tepat administrasi, isi yang di sampaikan oleh Camat Labuan terhadap, e- warung yang ada di wilayah Kecamatan Labuan,”Intinya kami tidak mau dengar lagi, terkait yang saya sampaikan, tidak di indahkan. Sebab Surat Edaran tersebut adalah hasil dari Pedum BPNT Kemensos, jika masih ada saja agen yang merugikan masyarakat atau tidak mengindahkannya, maka kami akan tindak tegas,” ucap Camat kepada hariantempo.com.

Saat di tanyakan tentang batas pelayanan Agen terhadap penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT), juga di katakan,” terkait jumlah pelayanan atau pelaksanaan pembagian terhadap penerima manfaat, agen bisa hanya 350 saja, dan jikapun lebih itu harus ada 2 agen setiap Desa,” jelasnya.

Terkait usulan tentang penambahan Agen/e-warung, beliau juga menerangkan,” kami sudah berikan usulan penambahan Agen kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Sosial, dan itu semua kebijakanya ada di Bank BTN,” terangnya.

Di lain tempat Sofyan Hadi selaku Kepala Desa Teluk Kecamatan Labuan juga merasa belum pernah di kordinasikan tentang BPNT oleh E-warung,” kami selama ini belum pernah di kordinasi oleh pihak e-warung, berapa jumlah penerima manfaat BPNT, dan kapan di bagikannya dan apa saja komoditi yang di bagikan kepada masyarakat penerima, kami tidak tahu. Kan seharusnya pihak agen datang ke Desa untuk pemberitahuan akan adanya pembagian BPNT di setiap pencairannya,” jelas Kepala Desa.

Di Desa Teluk awalnya memiliki 2 Agen BPNT, dan yang satunya di non aktifkan oleh pihak Bank BTN dan Pemerintah,” terkait ini juga kami tidak di beritahukan, nah tapi jika warga yang komplain, itu pasti datangnya ke Desa. Jadi kami juga heran,kok jika pembagian kami tidak di kordinasi, tapi jika masyarakat ada kendala lapornya ke kami. Maka kedepan kami juga ingin mengetahui, apa saja yang di berikan e-warung kepada masyarakat kami, apakah sesuai dengan Surat Edaran yang telah di sampaikan oleh pihak Kecamatan atau tidak,” ungkapnya.

Saat hariantempo.com memintai keterangan dengan adanya di nonaktifkan supplier di Kecamatan Labuan melalui whatsApp, Ibu Kepala Dinas Sosial ( Kadinsos) Kabupaten Pandeglang tak menjawab

Perlu adanya penegakan Pedum BPNT tahun 2019, perlu di lakukan oleh Kalangan Pemerintah baik dari tingkat Kecamatan Sampai Berjenjang
Agar tidak ada lagi dugaan-dugaan kerugian masyarakat penerima manfaat(red/Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.