Ini Penjelasan Kelompok Tani dan Penyuluh Akan Kegiatan SIMURP Yang Diduga Fiktif di Takalar

 

Takalar,hariantempo.com-Program SIMURP (Strategic Irrigation Modernization And Urgent Rehabilitation Project) dengan sasaran meningkatkan efisiensi pertanian melalui pendekatan modernisasi berbasis partisipatif di kabupaten Takalar.

Munculnya polemik yang dianggap merugikan “fiktif” yg heboh diperbincangkan di kalangan para kelompok pertanian yang dikerjasamakan oleh program SIMURP menemui kejelasan dari berbagai sumber.

Dengan keterlibatan kelompok tani yang telah bertanda tangan di atas materai di tahun 2021 disekitaran bulan april telah terealisasi sekitar pertengahan bulan mei dan tersalurkan sesuai dengan item item yang ada di RUK.

Menurut salah satu kelompok tani sebagai sumber media ini mengatakan, “Alhamdulillah yang pernah kami tanda tangani telah terealisasi kegiatannya sesuai yang tertera di RUK yang disertai dengan pertemuan antar poktan dalam melakukan pengembangan SDM pada setiap pelaksanaan kegiatan, dan itu realisasi sekitar bulan mei lalu” jelas salah satu ketua kelompok tani di Polsel Jum’at (20/08/2021).

Sementara itu Kabid Penyuluh Pertanian Supriyadi Sp. M.Si menuturkan, “Kegiatan itu telah tersalurkan di beberapa bulan lalu dan ini bertahap, ada beberapa item diantaranya penyaluran bibit, pupuk, ATK sesuai RUK dan telah diterima oleh beberapa kelompok tani di Takalar termasuk peningkatan SDM”.

Reporter: (Maskur Tutu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.