Kasubag keuangan PDAM Takalar, Terkait Kasus Korupsi AMDK, Tak Bisa Komentar

Takalar, Harian Tempo Com – Terseretnya lima (5) orang tersangka kasus Tindakpidana korupsi pengadaan Air meneral dalam kemasan ( AMDK) di perusahaan daerah air minum (PDAM) kabupaten Takalar dikejaksaan Negeri (Kejari) Takalar pada tahun 2021

Kejari Takalar menetapkan Lima orang Kedalam jeruli besi pada kasus tindakpidana pengadaan AMDK tahun 2018 dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Tahun 2021 Kejari Takalar, menyebloskan kedalam jeruli besi diantaranya Direktur PDAM berinisial JN, Dirut PT La Tahzan Indonesia bernisial MT, Badan Pengawas PDAM Takalar yakni Berinisial NN selaku ketua, Berinisial AM selaku sekertaris, dan berinisial HL selaku anggota badan pengawas.

Terkait kasus Pengadaan AMDK Ketua LSM Bawakaraeng Ahmad Ciho sangat mengapresiasi kinerja Kejari Takalar untuk pemberantasan korupsi.

” Sangat mengapresiasi kinerja Kejari Takalar untuk pemberantasan korupsi. namun demikian, kami tetap mempertanyakan kembali kejaksaan terkait kasubag keuangan sekaligus bendahara PDAM yang berinisial D.

Diantara lima orang tersangka, namun bendaharanya tidak terseret, inikan aneh?..Tambahnya Ahmad Ciho

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Takalar kita ketahui terstruktur mulai dari Direktur, kasubag dan anggota.

Semua administrasi pencairan pastinya melalui kasubag keuangan atau bendahara. karena
Bendahara PDAM takalar pada umumnya kita ketahui tugas dan fungsinya sebagai tempat menyimpan dan mengeluarkan uang.

Sementara kasubag keuangan sekaligus bendahara PDAM Takalar berinisial (D) dikonfirmasi melalui telepon selulernya Kamis 20/01/2022 mengatakan maaf saya tidak bisa jawab pak.

” Terkait kasus AMDK kami tidak bisa jawab, karena sudah di tangani Kejaksaan.minta maaf pak saya tidak bisa jawab”.pungkas D.

(Red/Arsyadleo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.