Kepala Kampung Sabah Santuni Rp.5 Juta Ke Pemilik Rumah Yang Ditempati Pengungsi Maybrat.

Maybrat,(Hariantempo.com)-Kepala Kampung Sabah Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Aleksander Fatem memberikan uang satuanan senilai Rp.5 juta rupiah sebagai tanda ucapan terima kasih kepada pimilik rumah yang ditempati warganya yang sementara mengungsikan diri akibat peristiwa pembacokan terhadap 4 anggota TNI pada awal September lalu di Posramil Kisor Aifat Selatan.

Pembayaran didampingi Kaur Keuangan dan diawasi langsung pendamping Distrik aifat selatan Leonardus Kore dengan mendatangi beberapa pemilik rumah yang terdata ditempati warga sabah seperti di Kampung Ayawasi Timur, Fonatu, Bori, Kumurkek, dan Kokas.

Kepada wartawan, Kepala Kampung Sabah Aleksander Fatem menuturkan, santunan yang diberikan merupakan instruksi Pemerintah Maybrat melalui Bupati Sagrim sebagai wujud ungkapan rasa terima kasih kepada pemilik rumah yang telah menerima warganya. Dia berterima kasih sebesar-besarnya bagi pemilik rumah termasuk pendamping yang telah mengawal proses pembayaran itu sampai selesai.

“Saya sebagai Kepala Kampung Sabah menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemilik rumah di ayawasi, bori, kokas, kumurkek dan tempat lainnya yang sudah terima masyarakat saya yang sementara lagi mengungsi pasca tragedi kisor. Walaupun bantuan ini tidak seberapa tapi saya berharap kita bisa saling membantu sampai situasi ini kembali membaik,” Kata Aleksander, Sabtu (11/12/2021) di Ayawasi.

“Terima kasih juga buat pendamping kami Aifat Selatan yang selalu mengawal kami, mengorbankan waktu bersama saya selama ini termasuk sampai hari ini penyerahan uang terima kasih kepada pemilik rumah,” ucap Aleksander menambahkan.

Selain santunan kepada pemilik rumah, lanjut Aleks, dua minggu lalu pihaknya juga sudah membayar uang bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) kepada 50 kk asal kampung sabah yang tersebar di maybrat maupun mereka yang berada di kota dan kabupaten sorong. Dibayar per KK Rp.1,8 juta untuk dua triwulan, sehingga total uang yang diberikan senilai Rp. 90 juta rupiah.

Ia mengatakan santuan terima kasih kepeda pemilik rumah maupun BLT-DD yang diberikan kepada warga pengungsi asal Kampung Sabah merupakan instruksi langsung Pemerintah Maybrat melalui Bupati Bernad Sagrim sebagai wujud keprihatinan terhadap warga di pengungsian.

“Dana ini baik untuk santunan terima kasih bagi pemilik rumah maupun BLT yang sudah berikan itu atas perintah Bupati kepada kami Kepala Kampung dan kami realisikan sesuai instruksi tersebut untuk masyarakat ke mana-mana terlebih khusus kami masyarakat Kampung Sabah di Kampung Ayawasi, Bori, Kokas, dan Kumurkek maupun Sorong. Jadi dana ini diperintahkan oleh Bupati untuk masyarakat yang mengungsi akibat peristiwa 4 September,” tukas Aleksander.

Leonardus Kore, Pendamping Distrik Aifat Selatan juga turut menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada warga yang dengan lapang dada rela menerima kedatangan warga pengungsi dari Sabah dan tinggal bersama dengan mereka. Tidak hanya pengungsi di wilayah Aifat, tetapi warga pengungsi yang diterima dan tinggal di wilayah Ayamaru Aitinyo pun dia berterima kasih yang sebesarnya.

Ia mengatakan dirinya selaku pendamping tidak berbuat selebihnya atas kebaikan para pemilik rumah, namun tetap mengawal sesuai tugas dan tanggungjawab yang diberikan demi nasib para pengungsi di tempat pengungsian.

“Itu yang kami pesan, jangan lihat dari besar atau kecilnya uang tapi lihat dari makna kebersamaan kita. Kami tidak bisa membalas dengan apapun hanya Tuhan yang punya sumber berkat yang akan membalas kebaikan itu. Ini kegiatan kemanusiaan jadi nanti Paitua Besar saja yang nanti dia membalas itu semua,” harap Lekor sapaan akrabnya.

Lekor mengajak warga pengungsi selalu berdoa menaruh harapan kepada Tuhan supaya semua langkah-langkah yang diambil pemerintah, gereja, TNI-POLRI maupun semua pemerhati yang terlibat dalam peristiwa kemanusiaan ini dapat mencari solusi terbaik demi memulihkan situasi ini sehingga masyarakat dengan leluasa bisa beraktivitas kembali seperti dahulu kala.

“Jadi harapan kami dengan adanya situasi menjelang Natal ini kiranya ada berkat dan keajaiban tersendiri yang berikan Tuhan untuk masyarakat kita yang mengungsi dari Aifat Selatan maupun Aifat Timur Raya supaya bisa dapat pulih kembali seperti biasanya lagi,” ujarnya.(red)

Reporter: Eddwin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.