Lampung Crypto Expo 2022, Edukasi, Regulasi, Potensi Hingga Pluang Cuan

Lampung Hariantempo.com- Aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki pertumbuhan pesat di Indonesia. Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Jerry Sambuaga mengungkapkan pertumbuhan dan perkembangan aset kripto yang luar biasa tersebut di tahun 2021. Hingga Desember 2021 lalu, terdapat sekitar 11,2 juta pengguna aktif aset kripto di bulan Desember 2021 dengan total transaksi mencapai 859 triliun rupiah dengan rata-rata 2,7 triliun transaksi per hari. Pesatnya pertumbuhan pengguna dan transaksi tersebut, sejalan dengan finalisasi Digital Futures Exchange (DFX) sebagai bursa aset kripto resmi di Indonesia.

Selain Jerry Sambuaga, Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan bahwa saat ini Bappebti telah menyusun sejumlah kebijakan terkait Perdagangan Fisik Aset Kripto di Indonesia. Hingga saat ini terdapat 11 pedagang aset kripto dan 229 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia. “Dengan terbitnya peraturan Bappebti (Perba) tersebut, diharapkan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi fisik aset kripto di Indonesia,” tulis keterangan resmi Bappebti.

Fenomena ini mendorong Rejive Dewangga, CEO Edukasi 4.0 untuk memprakarsai acara Lampung Crypto Expo 2022 dengan tujuan untuk membangun ekosistem blockchain dan aset kripto di provinsi Lampung agar peserta dapat memahami bahwa pengembangan teknologi blockchain dapat meningkatkan nilai ekonomi individu dan negara juga agar peserta memiliki kemampuan untuk menangkap potensi di masa depan dalam lingkup industri aset kripto di Indonesia. Selain itu juga acara ini ditujukan untuk memberikan manfaat untuk dapat belajar dari para ahli & praktisi terbaik di Indonesia. Acara akan berlangsung selama 5 hari ini dimulai pada Senin 28 Februari 2022, memberikan topik dan pengetahuan terkini tentang dampak blockchain, potensi dan regulasi aset crypto, metaverse, NFT, tokenomics dan passive income dari aset kripto juga komparasi dengan instrumen lain seperti emas dan saham.

Salah satu fin-tech yang berpartisipasi dalam acara ini adalah Pluang, aplikasi investasi multi-aset terdepan di Indonesia. Andre Benas – Head of Financial Education Pluang, sebagai salah satu narasumber mengatakan, platform Pluang dibangun untuk membuat akses investasi terbuka lebih luas, dan mudah dipahami untuk seluruh kalangan, baik bagi para pemula maupun yang sudah ahli dalam dunia investasi. Terdapat instrumen saham, emas, reksadana dan aset kripto yang dapat dicoba di aplikasi Pluang, untuk keamanan dan kenyamanan pengguna, Pluang sudah mengantongi izin masing-masing produknya dari berbagai lembaga berwenang terkait seperti Bappebti, OJK dan KOMINFO.

Narasumber lainnya yakni COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menyampaikan via WhatsApp ketika peluncuran T-Hub Bali yang berlokasi di kawasan Seminyak, salah satu program Tokocrypto yaitu TokoInvasion merupakan kegiatan roadshow dalam rangka literasi terkait investasi kripto. Program tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari community crypto dan NFT sharing, pameran karya NFT dari berbagai kreator lokal juga berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna meningkatkan daya tarik pengguna masuk ke industri kripto.

Turut hadir Robby Jeo selaku CEO dari Kommunitas Launchpad, platform launchpad global yang mengusung tema desentralisasi dan tanpa tingkatan / no tier system pertama yang ada di dunia blockchain. Kommunitas dibangun untuk meng-edukasi dan memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ingin masuk ke industri kripto untuk mengenal proyek-proyek baru berbasis blockchain bahkan sebelum listing di exchange, masyarakat dapat berkontribusi pada projek tersebut tanpa batasan. Kommunitas telah membantu lebih dari 40 proyek Blockchain di seluruh dunia dan menggalang lebih dari $2 juta dari November 2021 hingga Januari 2022.

Selain Pluang, Tokocrypto, dan Kommunitas, Lampung Crypto Expo 2022 juga turut menghadirkan berbagai macam narasumber dari lingkup regulator hingga praktisi diantaranya Wamendag Dr. Jerry Sambuaga, Kepala BAPPBETI, Prof. Meyliana selaku Guru Besar Binus, Dr. Andry Alamsyah dari Telkom University, Desi Indarti dan Tama selaku Crypto Miner, Dea Rezkitha sebagai Founder Kelas Bitcoin, Ronald Wijaya selaku ketua Asosiasi Fintech Syariah, Andi Cesar sebagai CEO Dragon Chain Capital, Masbukhin Pradhana sebagai pengurus APKULINDO (Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia), Biben Akbar selaku Ketua Asosiasi Metaverse Indonesia dan juga PMO IT & Cyber Security Pindad (Persero), Adrian Zakhary sebagai Komisaris PTPN VIII dan juga NFT Collector, Kurnia Bijaksana selaku Founder CFund Asia. Edukasi 4.0 selaku penyelenggara, turut mengundang 18 universitas se-Lampung untuk menghadiri acara ini.

Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk mendemonstrasikan dampak, pengembangan, dan implementasi blockchain dan aset kripto di berbagai sektor industri agar peserta dapat memahami bahwa pengembangan teknologi blockchain dapat meningkatkan nilai ekonomi individu dan negara juga agar peserta memiliki kemampuan untuk menangkap potensi di masa depan dalam lingkup industri aset kripto di Indonesia. (Tim AJO Lampung)

Reporter: Agung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.