Lapor..Pak Dirut Holding PTPN III, Penelantaran Brondolan&Panen Buah Mentah Marak di Kebun Huta Padang,Tidak Sesuai Dengan AHKLAK BUMN

 

Harian Tempo.com
Asahan,<SUMUT>

 

Semboyan Akhlak dan Integritas sering sekali dijadikan modal bagi para pemangku jabatan dilingkup PTPN III (Pesero) Holding perkebunan dalam menutupi buruknya kinerja mereka dilapangan,seperti yang baru-baru ini terjadi di PTPN III Kebun Unit Huta Padang,Desa Silau Jawa, kecamatan Bp mandoge kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara.

Marak nya penelantaran brondolan dan aksi panen buah mentah yang ditemukan membusuk di sekitar TPH,adapun titik lokasi yang ditelusuri awak media berada di areal AFD VII,tepat nya di blok tt 2008,dan di tt 2018.

Disinyalir pihak manajemen Kebun Unit Huta Padang lalai dalam melakukan pengawasan,miris nya buah mentah dan brondolan yang berserakan dan tercecer tersebut berada disekitar jalan lintas AFD VII menujuh kantor Emplasmen kebun Unit Huta padang.

Informasi yang digali dari beberapa warga sekitar desa silau jawa,mengatakan bahwa di PTPN III kebun Huta padang,khusus AFD VII sering melihat dan menemukan buah mentah yang dipanen ditinggal kan membusuk dan brondolan yang tercecer.

Warga menuding pihak Manajenem PTPN III Kebun Huta Padang diduga sengaja menelantarkan hasil panen brondolan,kejadian ini bukan yang pertama,sebab sudah sering lah kami temukan brondolan berserakan dan berceceran tidak dikutip,apa gak rugi perusahaan kayak gitu. ucap nya,kepada kru media,jumat,28/01/2022.

Amatan awak media, dilokasi selain buah mentah dan berondolan yang berserakan di berapa titik, terlihat juga jalan produksi yang berlumpur dan minim perawatan,padahal jalan produksi merupakan akses penting untuk mengeluarkan hasil panen tbs dari dalam areal produksi agar bisa secepatnya diangkut menujuh ke PKS.

Ditempat terpisah,Rudi Alfi seorang permehati perkebunan,ketika dimintai pendapat nya oleh awak media,melalui sambungan telepon seluler,minggu 30/01/2021,mengatakan bahwa jalan produksi di Kebun Huta Padang,khusus nya disekitar AFDVII memang banyak yang berlumpur dan mengalami kerusakan cukup parah.

Hal itu yang sering menjadi kendala terlambat nya hasil panen diangkut ke PKS.akibat jalan produksi yang berlumpur yang sulit dilalui.terkadang terpaksa buah hasil panen harus mengalami restan,terlihat memang ada upaya perusahaan untuk mengeluarkan tbs hasil panen dengan mengunakan mobil langsiran sejenis dabal kabin.namun seperti nya upaya tersebut tidak maksimal,solusi nya jalan produksi ya harus diperbaiki total.tutup nya mengakhiri.

Agar berita nya berimbang awak media coba melakukan comfirmasi dengan Manajer Unit PTPN III kebun Huta padang,Jonni Wahyudi jumat,28/01/2022,terkait panen buah mentah dan marak nya brondolan yang tercecer,mungkin karna kesibukan beliau,comfirmasi awak media dibalas keesokan hari nya berbunyi”trimaksih informasi nya”begitu juga ketika coba menghubungi Askep Robby,sabtu 29/01/2022,”akan kita perbaiki pak trimakasih”jawab nya singkat.

Tak cukup sampai disitu,Awak Media Harian Tempo.com coba kembali melakukan comfirmasi dengan, Direktur Pelaksana Holding Perkebunan PTPN III ( Persero) Ahmad Haslan Saragih,melalui pesan Aplikasi Whatsapp,Sabtu 29/01/2021,pagi hari sekitar pukul 08.30wib,namun jawaban yang didapat juga hampir sama “Trimakasih info nya”

Hingga berita ini dikirim ke Meja Redaksi,informasi yang didapat awak media,di beberapa titik masih tampak berondolan yang tercecer berserakan di sekitar AFD VII.(Red)

Pewarta:RG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.