Pekerjaan Jalan Way Redak-walur Asal Jadi, Ketua GM FKppi Geram

Hariantempo.com ,Pesisir barat-Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) mulai melakukan pekerjaan peningkatan jalan way redak-walur tepat di samping kantor kejaksaan, namun diduga langgar sfesifikasi.(05/05/21)

Kegiatan pengerjaan yang dilakukan oleh Cv.Denita putri dengan panjang kurang lebih 325 meter, lebar 3 meter dan tebal 1,5 cm Bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) menelan anggaran hingga Rp 340,448,7000 disinyalir banyak kejanggalan dalam melakukan pengerjaan terutama dalam komposisi adukan material.

Jalan kabupaten tersebut melaksanakan pengerjaan terkesan asal jadi juga tidak menjalankan sesuai apa yang ada di dalam kontrak pelaksanaannya yakni sfesifikasi teknis.

Hal ini di jelaskan ketua forum komunikasi putra-putri purnawirawan Indonesia (Fkppi) , Bedi Madali mengatakan bahwa dalam pengerjaan ini jauh dari kata sesuai.

“sudah dari saya liat mulai dari adukan dan campuran antara pasir ,dan batu Yang seharusnya campuran matrial itu, semen ,dua angklong pasir dan 3 dilapangan campuran matrial tidak sesuai dari setengah zak semen ,pasir ,dan batu tidak mengunakan takaran ,dan pada salah satu matrial yaitu yang seharusnya memakai batu 2/3 itu memakai batu 3/5 .di saat” jelasnya.

Sedikit agak aneh menurutnya, ketika di konfirmasi pihak pelaksana serta menanyakan siapa kontraktor dilapangan serentak pekerja dilapangan berbohong juga mengatakan tidak ada pelaksana mereka berdalih pekerja harian semua (upahan)

dikonfirmasi melalui sambungan via phone selulernya, Kepala bidang (Kabid) bina marga pada dinas PUPR pesisir barat Andriasani mengaku dan mengatakan pekerjaan tersebut benar mengunakan ukuran batu tersebut.

“Benar bang itu pake material segitu” timbalnya

Ketika ditanya lebih rinci, kepala bidang tersebut mengelak dan mematikan sambungan telponnya. kemudian disambangi kekantornya juga tak bisa serta sulit untuk di temui hingga berita terbit.

Bedi sapaan akrab, mengatakan sebagai ketua GM FKPPI pesisir barat pihaknya selalu kroscek memantau dan memperhatikan supaya hasil pembangunan maksimal dan tahan lama terlebih untuk di nikmati manfaatnya oleh masyarakat bumi para sai batin itu.

“Kami ini bukan organisasi sembarangan kami juga sudah ada mandat dari pak Bupati supaya mengawal pembangunan pesibar, tapi kalau seperti ini hasilnya bisa kecewa beliau (Agus istiqlal) pasti hasil yang didapat tidak maksimal, jadi saya minta kepada pihak terkait agar bekerja maksimal jangan hanya menjual masyarakat ketika forum” pungkasnya.

Laporan : Andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.