Pendamping Program JAMSOSRATU  Kecamatan Labuan Diduga Tilap Uang KPM

 

Pandeglang,hariantempo.com

Program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu ( JAMSOSRATU) yang di anggarkan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Banten sejak lama telah berjalan.Dengan tujuan, Pemerintah Provinsi Banten membantu warga nya guna memenuhi kebutuhan pokok dan meminimalisir angka kemiskinan di wilayah Provinsi Banten.

Bantuan yang di khususkan bagi warga Provinsi Banten ini,diambil dari Anggaran Pendapatan Daerah Provinsi Banten ( APBD ) Namun fakta di bawah,terjadi dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum pendamping program tersebut.

Hal ini disampaikan oleh salah satu KPM ( keluarga Penerima Manfaat ) ,Saat kunjungan media kelokasi kediaman nya di kampung sumur kopo 03/ 07  Desa Labuan ,Kecamatan Labuan,Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten,Sabtu ( 15/1/2022)

“Pada akhir tahun 2021,saya mendapatkan bantuan program JAMSOSRATU dengan nominal uang 1juta rupiah.Saat itu yang mengambilkan uang saya di Bank melalui ATM  adalah pendamping saya ibu IDOH. Setelah kartu atm beserta no pin saya serahkan sesuai apa yang ia pinta” ucap N,selaku KPM pada Media.

” Tapi nyata nya,uang yang seharus nya menjadi hak milik saya sebesar 1jt itu tidak diberikan oleh ibu Idoh, Dengan alasan bahwa saya adalah peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang padahal,saya belum pernah mendapatkan uang PKH” jelas nya

Lebih lanjut,ia menyampaikan hal ini juga dilakukan oleh pendamping nya kepada salah satu KPM lain yang berinisial A yang berada di kampung pangeseupan yang masih satu Desa.

” jika saya peserta PKH,saat saya bertanya kepada pendamping PKH di Desa Labuan ,saya belum terdaftar sebagai peserta PKH.Tapi kenapa,uang yang jelas atas nama saya dan itu saya lihat sendiri saat pengambilan nya di bank dan pendamping JAMSOSRATU memegang uang tersebut bersama ATM, saya bersama KPM inisial A hanya melongo melihat uang nya saja.Dan uang itu diambil oleh ibu Idoh tidak diberikan kepada saya dan inisial A” pungkas nya

Secara prosedur, jika benar kpm memilih program PKH,secara jelas tertuang di surat pernyataan bahwa yang bersangkutan telah memilih program PKH dan mengundurkan diri dari program JAMSOSRATU sesuai kesepakatan tanpa ada nya unsur paksaan

Namun fakta nya,kpm sendiri tidak merasa menandatangani surat pernyataan pengunduran diri.Hal ini disampaikan nya, ketika awak media lebih lanjut mempertanyakan perihal kesepakatan pengunduran diri dari program tersebut.

Bagaimana mungkin,seorang pendamping program seenak nya menyatakan bahwa ” ibu dapat program pkh,sehingga uang ini tidak saya berikan” justru saat kpm mendambakan uang bantuan dari program yang selama ini ia nantikan.

Hal ini di sampaikan oleh ketua lembaga GEMPITA ( Generasi Muda Peduli Tanah Air ) di kediaman nya,saat media meminta tanggapan  mengenai dugaan penyimpangan program jamsosratu.

“Seharus nya,pihak pendamping memberikan apa yang menjadi hak kpm nya,bukan malah sebalik nya justru memanfaat kan kpm nya dengan dasar ketidak tahuan nya serta keluguan dari kpm nya” jelas M.yaya selaku ketua Gempita di Kabupaten Pandeglang

” kami selaku lembaga kontrol sosial masyarakat akan menindak lanjuti persoalan ini,mungkin saja hal ini terjadi dugaan di wilayah lain terutama di seputaran Kecamatan Labuan selaku wilayah pengawasan dari pendamping jamsosratu tersebut” jelas nya tegas pada media

Hingga berita ini di sampaikan,berkali kali awak media mencoba untuk menyampaikan persoalan ini melalui pesan singkat ,Serta menghubungi pihak pendamping.Namun nyata nya,pihak pendamping tidak kooperatif menjawab pesan yang di lontarkan melalui WA, juga telepon seluler tak pernah di angkat untuk meminta jawab nya (red)

 

Reporter : yona.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.