Perkara gugatan ganti rugi tanah milik 2 warga Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak. Kabupaten Lebak gagal

 

Lebak,Hariantempo.com-perkara gugatan ganti rugi tanah milik terus bergulir yang menggugat Pemerintah kabupaten Lebak ke Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung terus bergulir. Dan berdasarkan data resmi dari pihak PN yang ada perkara tersebut telah didaftarkan pada Selasa, 23 Februari 2021 dengan nomor Perkara 5/Pdt.G/2021/PN Rkb.

” Perkara tersebut kemarin baru mediasi, namun proses mediasinya gagal. Pihak Pemkab Lebak tetap berpatokan kepada hasil penilaian tim appraisal,” kata Kuasa Hukum atau Pengacara dari Pemkab Lebak, H.Koswara Purwasasmita. SH, Senin (24/5/2021).

Menurut Pengacara Senior di Lebak ini, untuk sidangnya baru akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2021 nanti. Adapun untuk ganti rugi permeter yang ditetapkan tim Appraisal nilainya pastinya tidak begitu hafal.

” Nilai pastinya saya lupa, coba liat aja dituntutan gugatannya ada itu nilai ganti ruginya, sekitar Rp 300 ribuan permeternya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, gugatan tersebut muncul lantaran keputusan tim appraisal dari Pemkab Lebak atas ganti rugi tanah untuk penahan longsor di ruas jalan Rangkasbitung-Cileles, dianggap tidak sesuai dengan keinginan kedua warga Desa Kaduagung Timur tersebut.

” Lahan yang terletak di Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak ini dihargai dengan tafsiran nilai patokan terendah Rp 380.000 permeter, padahal rentang harganya hingga Rp 850.000 permeter, ” ungkap salah seorang pemilik tanah, Hafid yang tanah miliknya terkena gusur untuk penahan longsor, belum lama ini.

Pihaknya mengaku sangat kecewa, kenapa yang dipakai patokan harga terendah, apalagi pasaran tanah disekitar sini sudah Rp 1 juta keatas. Apalagi prosesnya dari awal tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, RT dan pihak desa sini juga mengaku tidak diberitahu terkait hal ini.

” Seharusnya pekerjaan tersebut jangan dikerjakan dulu kalau belum beres pembebasan atau pembayarannya kepada pemilik tanah. Sebenarnya ada dua lahan yang terkena, milik saya seluas 144 meter dan milik Pak Berlin seluas 280 meter. Semuanya sudah memiliki Sertipikat. Awalnya kami berharap pihak pemerintah menaikan nilai ganti rugi dengan menyesuaikan harga pasaran disini, tapi karena sudah lebih dari 4 bulan berjalan tidak ada penyesuaian atau kenaikan harga, maka kami mengajukan gugatan tersebut,” jelasnya.

Pewarta: Tri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.