Hariantempo.com Pandeglang,

Miris sekali terlihat salah satu Tokoh agama yang ada di Kampung Kadu Kored Desa Karayawangi Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang Banten, dalam memberikan ajaran agama di usia dini sampai dewasa tak begitu nyaman.

Pondok Pesantren yang di namakan Darull Ikhlas tersebut membawahi santri hampir 30 murid, dari usia 8 s/d 18 tahun.

Dalam melaksanakan tahap mengajar, terlihat tidak ada kenyamanan di sebab kan tempat mengaji dan belajar ilmu agama rentan dengan ambruk,” yaa pak mau di apakan lagi beginilah keadaannya, yang pasti para santri bisa melaksanakan belajarnya dalam menerima ajaran islam, ” ucap Ustad Ruyani kepada Hariantempo.com.

Dengan pondok yang memang sudah tak layak tersebut tak membuat Ustad dan santrinya berhenti untuk menerima dan memberi ajaran islam,” kami hanya berharap para santri bisa menerima ajaran islam yang kami berikan biarpun, kondisi seperti ini,” ucapnya.

Agama islam, ajaran yang mayoritas di Indonesia memeluknya, namun jika melihat sarana dan prasarana yang ada di Nurul Ikhlas sangat memprihatinkan.

hasil pantauan Hariantempo.com, terlihat sangatlah tidak layak untuk para santri menerima ajaran Islam nya dengan baik.

pondok yang terbuat dari bilik dan bambu hampir sebagainya terlihat kropos dan rentan ambruk, namun ada juga aula tempat mengajar di dinding asbes.

saat Hariantempo.com menanyakan terkait bantuan yang di peroleh dari pemerintah setempat ataupun dari kabupaten dan pesat, menurut keteranganya tak pernah mendapatkan,” jangankan dari Kabupaten dan pusat, dari pihak Desa dan Kecamatan juga kami tak pernah menerima, kami hanya berharap kepada tangan -tangan malaikat saja yang mau memberikan bantuan kepada kami,” tuturnya

Putra warga setempat yang sejak berusia 9 tahun mengaji di pondok tersebut,” putra dari usia 9 tahun Om, mengaji di tempat ini, dan Alhamdulillah putra sudah bisa ngaji kitab kuning,” ucap putra kepada Hariantempo.com.

Perlu adanya perhatian khusus baik dari para tangan tangan malaikat dan Pemerintah dalam menegakkan syariat islam sejak usia dini sampai Dewasa.

Pondok Pesantren tersebut juga membutuhkan uluran tangan bagi para pemberi shodakoh dan Pemerintah guna membantu Pesantren tersebut.(red)

Reporter : Rudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.