Proyek jembatan Pondok 8,Diduga menggunakan Material Batu Padas dari Galian C Ilegal,Polres Simalungun Didesak lakukan penyelidikan.

Simalungun
Harian Tempo.com

Terkait adanya dugaan penggunaan material Batu Padas dari Galian C ilegal yang digunakan untuk Proyek pemerintah, yang dilakukan oleh CV Makkurtuk Dongan dalam pengerjaan Proyek Pembangunan Jembatan Provinsi Sumatera Utara KM 137+800 pada ruas jalan provinsi yang melintasi antara pematang Siantar menuju tanah Jawa tepatnya di Dusun Pondok Delapan Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.

Beberapa Warga Tanah Jawa bersama sosial control Sangat menyayangkan hal tersebut,karena sesuai aturan yang berlaku bahwa proyek pemerintah tidak diperbolehkan menggunakan bahan material ilegal,sehinga dalam hal ini kita meminta agar polres Simalungun segera melakukan pemeriksaan dan mengungkap dugaan tersebut,karna dinilai jelas sudah merugikan negara dan masyarakat sekitar,bahkan perbuatan tersebut bisa mengarah ke perbuatan pidana yang jelas melanggar hukum,karena memasok bahan material dari Galian C ilegal sama halnya dengan memasok barang dari pencuri.

Atas dasar itu, Arif Harahap SE selaku Ketua LSM Lima Sisi angkat bicara, menurut nya Gubernur Sumut melalui dinas terkait,mengimbau kepada kontraktor pelaksana proyek pembangunan pemerintah agar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan isi dalam kontrak terutama yang berkaitan dengan material batu Padas dll.

Sebab Jika hal itu terbukti pihak kontraktor pelaksana CV.Makkurtuk Dongan memasok material dari pertambangan galian C ilegal untuk kebutuhan proyek pemerintah, maka proyek pekerjaan tidak harus dibayar.bahkan
Perusahaan yang menerima berbagai jenis material dari penambangan ilegal untuk pembangunan jembatan tersebut bisa dipermasalakan sesuai instruksi hukum,artinya kontraktor dapat dipidana.

Hal ini jelas tertuang dalam UU No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU No 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara ; bahwa yang dipidana adalah setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain-lain.
Bagi yang melanggar maka sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda uang sampai Rp.100 miliar.

Saat awak media melakukan comfirmasi dengan Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto SH, SIK, MH melalui Kasatreskrim polres Simalungun AKP Rachmat Aribowo SH, SIK,perihal pengunan material ilegal mengatakan akan melakukan penyelidikan”
terimakasih infonya akan kami cek,yang pasti kami akan lakukan tahapan tahapan penyelidikan sesuai prosedur”, ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi Kepala UPTD JJ Siantar-Simalungun Syarifudin,belum bisa dimintai keterangan nya,pesan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp hanya di balas jempol, selanjutnya dalam pesan ia mengatakan Penjelasan melalui hp terkadang sering dis informasi,”mungkin hari kamis saya di siantar”, ungkapnya.

Sebelumnya awak media juga mengabarkan bahwa Proyek Pembangunan Jembatan Provinsi Sumatera Utara KM 137+800 pada ruas jalan provinsi yang melintasi antara pematang Siantar menuju tanah Jawa tepatnya di Dusun Pondok Delapan Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun disoal oleh warga bersama sosial control lokal.

Pasalnya proyek bersumber dari APBD Provinsi sumatera Utara Tahun Anggaran 2021 dengan nilai fantastis 9.757.497.815.-terbilang(Sembilan Miliar tujuh ratus lima puluh juta empat ratus sembilan puluh tujuh ribu delapan ratus lima belas rupiah)yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV.Makkurtuk Dongan, dengan tanggal kontrak 23 Agustus 2021,dalam masa pelaksanaan 120 hari kalender terkesan sangat Lamban dan merugikan masyarakat dan negara.

Jika dilihat dari tanggal kontrak dan masa pelaksanaannya,seharusnya pengerjaan jembatan tersebut sudah selesai sebelum memasuki masa Natal 2021 dan tahun baru 2022,namun hingga di pertengahan Januari 2022 pengerjaan masih tetap berjalan lambat,bahkan diperkirakan hingga awal bulan februari 2022 pengerjaan proyek tersebut diduga belum juga akan rampung.

Sepertinya pihak rekanan kurang bersungguh sungguh dalam mengerjakan proyek jembatan tersebut yang mengakibatkan akses lalu lintas hingga saat ini masih terhambat yang membuat masyarakat merasa kecewa karena masih harus menunggu lama setelah bertahun tahun menderita akibat melintasi jalan rusak.

Beberapa waktu yang lalu salah satu warga yang tidak ingin namanya dipublikasi kan, ketika ditemui awak media tak jauh dari lokasi proyek mengaku sangat kecewa dengan kinerja pihak rekanan yang diduga dalam pelaksanaan pekerjaan penuh dengan kecurangan,diduga hal itu dilakukan demi meraup keuntungan besar,sehingga pihak rekanan menggunakan batu Padas ilegal dan batu padas bekas dalam pemasangan Bronjong, sebab sebelumnya di sekitaran lokasi ada puluhan ton batu Padas yang berasal dari swadaya masyarakat, pemerintah dan TNI-POLRI bersama pengusaha ketika pemasangan Bronjong untuk mendudukan jembatan darurat bailey saat itu,namun akibat belum selesai dipasang tiba tiba hujan dan banjir datang menghanyutkan batu batu tersebut,namun masih berserak disekitar jembatan”, ucap nya sembari menunjuk kearah lokasi di bawah jembatan.

Berdasarkan informasi tersebut awak media langsung melakukan investigasi ke lapangan, ternyata para pekerja juga tidak dilengkapi alat pelindung diri Kesehatan Keselamatan Kerja (K3), bahkan sebagian pekerja tidak menggunakan sepatu boots padahal sedang bekerja diatas rangkaian besi dan cor beton,begitu pun yang lain tidak menggunakan sarung tangan,helm, masker dan sebagainya.

Sebelumnya,Terpisah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara asal partai Nasdem dari dapil X Siantar-simalungun.Rony Reynaldo Situmorang ketika coba diminta tanggapannya terkait hal tersebut pada,jumat,07 Januari 2022,sekira pukul 19:30 WIB,mengatakan sangat berterima kasih telah berbagi informasi,” Akan saya teruskan ke Kadis dan Kepala UPT JJ Siantar – Simalungun agar dilakukan pengawasan langsung ke lapangan,Terkait lambannya pengerjaan, pasti kontraktor akan dikenakan denda jika belum selesai selama 120 hari kalender sesuai kontrak”ungkapnya dalam pesan WhatsApp

Mengenai penggunaan batu padas bekas dengan bobot puluhan ton,bekas bronjong dudukan jembatan bailey yang diduga dari galian C ilegal,sudah saya sampaikan ke kadis agar dilakukan investigasi”ucar nya mengakhiri.

Pewarta RHDG/SAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.