Puluhan KPM BPNT Desa Bulagor Keluhkan Komoditi Beras Yang Tak Layak Konsumsi

Pandeglang,hariantempo.com

Puluhan KPM ( Keluarga Penerima Manfaat) warga Desa Bulagor Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten sekira pukul 09.00 pagi berkumpul di halaman rumah Agen/ E warung atas nama Siti Khopipah di Kp.Pematang Bulagor ( Jum’at,31/12/2021)

Hal ini di picu akibat dampak ketidak puasan dari seluruh KPM yang hadir, Yang Disinyalir dari salah satu komoditi  penyaluran Program sembako yang mereka terima  dianggap tidak layak konsumsi.

(S) salah satu KPM BPNT kp.Bulagor menuturkan bahwa beras yang ia terima ketika sudah di masak oleh nya rasa nya tidak enak dan berbau.

” Beras nya sih putih bersih,tapi saat sudah di masak rasa nya sepa tidak pulen dan seperti ada bau seperti bau obat apa gitu pak” jelas nya

” juga saat akan saya suapin ke anak saya,kok nasi nya tidak lengket layak nya seperti nasi pada umum nya, serta ditangan berceceran saat di pegang dan tidak lengket seperti nasi  yang biasa kita makan” tutup nya

Hal senada dengan apa yang diucapkan oleh salah satu KPM yang enggan di sebutkan nama nya,Ia menuturkan bahwa diri nya merasa beras ini harus di kembalikan kepada Agen nya

” percuma kalau diambil juga ga bisa di makan  pak,mendingan kita kembalikan lagi ” tutur nya singkat

Ditemui di lokasi yang sama,Siti Khopipah selaku Agen/ E warung menerima keluhan dari semua KPM nya,ia menuturkan dari jumlah 203 kpm yang mendapatkan program ini tidak seluruh nya mengembalikan beras.Ada sebagian KPM saja yang mengembalikan.Itu pun beras yang di kembalikan jumlah nya dalam satu karung berisi 40 kg.

” Betul pak,yang di kembalikan adalah kemasan 40 kg dalam satu karung.kalau kemasan yang 10kg dalam satu karung sih ga ada yang mengembalikan ke saya.karena memang dalam penyaluran kali ini ada 2 versi kemasan.yang satu kemasan biasa isi 10 kg/ karung nya.Yang satu kemasan lagi berisi 40 kg dalam satu karung  nya.Dan itu kebanyakan isi yang kemasan 40kg dalam satu karung yang di kembalikan” beber nya pada media

Enting,selaku Kades setempat menuturkan jika memang itu menjadi keluhan dari KPM selayak nya Agen E warung segera tanggap dan melaporkan kepada Suplayer nya,sehingga persoalan ini tidak berlarut larut dan menjadi polemik di kemudian hari

Terpisah, Irsyad selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) menyampaikan keterangan nya via telepon saat di konfirmasi perihal kisruh penyaluran Program Sembako di Wilayah nya.

“Iya untuk yg pengembalian beras itu

Apabila komoditi dari program sembako yg di terima kurang baik ,maka agen harus meretur dengan barang yg lebih baik,itu aturan.

Alhamdulilah saya menegur  agen ,langsung agen reaktif bertanggung jawab retur dan bahkan jemput beras kembali ke kpm kpm nya ” tutur nya

Disinggung soal siapa saja Team Koordinator Kecamatan Pagelaran yang saat pembagian program sembako di Desa Bulagor bertugas mengawasi penyaluran,diri nya mengatakan kurang tau dan harus bertanya dulu.

“Saya lagi tanya dulu nama dan jabatannya yang ke bulagor ” tutup nya

Salah satu Tokoh masyarakat yang enggan di sebutkan nama nya,Ia menjelaskan perihal kelayakan bantuan sembako yang memang menurut nya jangan sampai di manfaatkan oleh segelintir oknum untuk mencari keuntungan semata

” Selayak nya,KPM diberikan sesuai dengan hak nya.kualitas barang memang perlu di perhatikan.jangan sampai KPM hanya di jadikan ajang sebagai mencari keutungan besar,tanpa memperhatikan kualitas komoditi yang akan di konsumsi oleh Keluarga Penerima Manfaat” pungkas nya.(red)

 

Reporter : yona.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.