Puskesmas Kecamatan Panimbang Gelar Sosialisasi TB Paru Dan Tindak Lanjut Musyawarah Desa

 

Pandeglang,hariantempo.com Sosialisasi TB dari Tim Kesehatan Puskesmas  Kecamatan Panimbang di Balai Desa TanjungJaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang-Banten.

(Jum’at,17/12/2021)

Acara dihadiri Oleh Tim Kesehatan Puskesmas Panimbang yang dipimpin oleh Iwa Sutiswa, Selaku Perwakilan Kepala Puskesmas Kecamatan Panimbang dan Warga Desa TanjungJaya selaku undangan.

Acara diawali dengan sambutan dari Sekretaris Desa TanjungJaya (Asep Supriyadi) mewakili Kepala Desa TanjungJaya.

Dalam sambutannya, Asep Supriyadi menyampaikan tentang pentingnya menjaga kesehatan karena kesehatan itu mahal.

“warga apabila ada sosialisasi kesehatan agar Antusias mengikuti untuk menambah ilmu pengetahuan tentang kesehatan. Serta beliau juga menghimbau warga agar bergaya hidup sehat”Ujar Sekdes Asep Supriyadi

Acara Inti diisi Oleh Bidan Nina Maryani yang menjelaskan tentang bahaya TB. Dalam penjelasannya Nina Maryani  menjelaskan bahwa Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini”Ujarnya

Ia Menambahkan”TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Gejala danJenisTuberkulosis

TB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.

Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita”Imbuhnya

Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.

Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil tersebut menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif.

Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok tersebut meliputi,

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.

Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.

Perokok,Pecandu narkoba,

Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.

Proses Diagnosis Tuberkulosis

Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:Rontgen dada,tes Mantoux.tes darah.

tes dahak,Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis,Penyakit yang tergolong serius ini dapat disembuhkan jika diobati dengan benar.

Langkah pengobatan yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu.

Sementara langkah utama untuk mencegah TB adalah dengan menerima vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin).

Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan.Risiko Komplikasi Tuberkulosis,Apabila tidak diobati, bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidap. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah,

Nyeri tulang punggung,Meningitis,Kerusakan sendi,Gangguan hati, ginjal, atau jantung.

Selain itu tim dari Puskesmas Panimbang  melalui Wakil Kepala Puskesmas Panimbang (Iwa Sutiswa) memberikan tambahan,

“memasuki musim penghujan agar warga masyarakat waspada terhadap nyamuk Demam Berdarah. Agar selalu membersihkan tempat penampungan air secara rutin dan memberi bubuk abate”Pungkasnya(red)

Reporter :  yona.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.