Soal Pembangunan Coconut Island,Warga Tuntut Janji Perusahaan

 

Banten, Hariantempo.com-Merebak nya kisruh keberadaan sarana rekreasi Coconut Island di Desa Caringin Labuan Banten yang banyak memicu berbagai Argument yang beredar di masyarakat untuk yang kesekian kali nya diadakan musyawarah antara warga dengan pihak management Coconut Island.

Pertemuan antar kedua belah pihak yang bersitegang kali ini di vasilitasi oleh pihak kecamatan labuan dan juga di saksikan oleh kapolsek labuan,kepala Desa Caringin,Camat,serta Babinmas dan juga para tokoh ulama Desa Caringin bertempat di gedung Aula kecamatan Labuan (12,4,2021)

“Dari awal pembangunan,kami hanya ingin menuntut janji perusahaan yang akan membangunkan Museum Syech Asnawi,karena ini berada di kawasan wisata religi Makam buyut kami” tegas salah satu ulama yang hadir saat acara.

“Soal ada nya sejumlah 46 cottages yg berada di dalam kawasan wisata,itu dari awal kami tidak pernah memberikan ijin untuk membangun nya,karena disinyalir akan menjadi tempat maksiat yang selama ini kawasan caringin kami jaga karena termahsyur di kenal seantero jagat dengan kakek buyut kami” ujar salah satu ulama yang masih keturunan ulama setempat.

Ade madsupi,kades Caringin
Menambahkan beberapa point yang perlu diketahui oleh pihak management.

“Warga kami,saat dlu ketika awal sosialisasi tidak pernah merasa memberikan ijin untuk
Pembangunan Cottages,adapun ketika sejumlah warga yang hadir saat sosialisasi dijadikan acuan dalam mengurus perijinan dan disalah gunakan oleh pengembang untuk mengacu pada pembangunan.
Jelas hal ini telah melanggar aturan” ungkap nya.

Tb.Ma’mun,salah satu tokoh ulama setempat memaparkan persoalan saat di temui awak media di kediaman nya.

“Desa Caringin adalah kawasan wisata religi.Ada Makam Aulia Syech Asnawi Caringin.kami kawatir,ketika ada nya sejumlah 46 cottage/penginapan di Coconut Island itu menjadikan tempat maksiat yang merusak kawasan religi wilayah kami”pungkas nya.

Vega planeta sari, Public Relation management Coconut Island saat di temui di ruangan Aula kecamatan Labuan tidak banyak memberikan komentar saat media berusaha untuk mengorek keterangan dari nya.

” Silahkan hubungi saja pihak humas saya,team saya akan memberikan komentar soal hasil rapat hari ini ” tutup nya sambil menghindar awak media.

Reporter : yona.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.