Tanaman Kelapa Sawit PTPN IV Kebun Marjandi Diduga Melanggar Tata Ruang & Membahayakan Pengendara Yang Melintas

.


Hariantempo.com-Simalungun-SUMUT-PTPN IV Kebun Unit Usaha Marjandi yang berada di wilayah kecamatan panei tongah kabupaten Simalungun provinsi Sumatera Utara diduga abai dan melanggar aturan terkait penanaman pohon kelapa sawit yang sangat dekat dengan badan jalan umum.

 

Amatan awak media,tanaman pohon sawit yang berada di areal AFD 2 kebun unit Marjandi tersebut diduga melanggar undang undang tentang tata ruang kerja,karna pohon kelapa sawit yang saat ini ditanam oleh perusahaan dekat sekali dengan badan jalan,sekitar 1-2 meter.

Penelusuran awak media jumat,05/11/2021,ada sekitar puluhan pohon kelapa sawit milik PTPN IV kebun Marjandi yang jarak tanam nya cukup dekat dengan badan jalan.mulai dari disekitar sebelum simpang marjandi hingga ke arah simpang Raya.

 

Agar mendapat penjelasan yang lebih kongkrit,awak media coba meminta pendapat seorang pemerhati perkebunan dari LSM PPLH Bengget ST,minggu 07/11/2021 melalui pesan aplkasi whatsapp,dan menjelaskan sebenarnya penanaman pohon kelapa sawit tidak diperbolehkan terlalu dekat dengan badan jalan umum,setahu kita sesuai aturan,batas maksimal tanaman perkebunan sawit dari badan jalan umum,kurang lebih antara 15-25meter Ujar nya.

 

Bengget menambahkan penanaman kelapa sawit yang sangat dekat dengan badan jalan dinilai sangat membahayakan pengendara yang akan melintasi lokasi tersebut. apalagi pohon kelapa sawit milik PTPN IV sangat rentan tumbang akibat terserang hama jamur Ganoderma.sering kita melihat kejadian pohon sawit tiba-tiba tumbang karna batang nya keropos,yang kita khawatir kan tumbang mengenai pengendara yang sedang melintasi jalan tersebut.

 

Beliau menyarankan Sebaik nya pohon sawit tersebut agar di tumbang dan digantikan dengan pohon pelindung yang lebih aman dan nyaman serta tidak membahayakan bagi para pengemudi yang melewati jalan tersebut.Ujar nya.

Diminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Simalungun maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta instansi teknis lainnya segera menyurati pihak perkebunan Unit Marjandi terkait aturan batas kebun sawit dengan badan jalan umum.karna ini sangat penting untuk disampaikan kepada PTPN IV Medan” ucap nya.

 

Tidak hanya mengenai jarak tanaman sawit dengan jalan umum, tetapi sungai yang ada sumber mata air atau daerah resapan air juga tidak boleh ditanami oleh perusahaan kelapa sawit.hal itu untuk mengantisipasi berkurangnya debit air akibat dampak dari perkebunan kelapa sawit itu.karna kita ketahui bahwa pohon kelapa sawit sangat banyak menyerap air.tutup nya.

 

Saat awak media melakukan comfirmasi dengan APK kebun Unit Marjandi Vincent Nadeak Jumat,05/11/2021 terkait tanaman kelapa sawit milik PTPN Unit Marjandi yang sangat dekat dengan badan jalan umum dan apakah tidak membahayakan penguna jalan? ,menjawab “Sebentar ya pak kalau masalah itu saya akan konfirmasi dulu ke kantor pusat PTPN IV Medan.ucap nya.(red)

Pewarta:RG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.