UNRAS Masyarakat Caringin Di Coconut Island, Berjalan Damai Dan Kondusif

Hariantempo.com Pandeglang,
Jum”at 23/09/2022, Coconut Island di gerudug warga yang mengatasnamakan masyarakat Caringin.

Puluhan warga yang mendatangi tempat wisata yang ada di wilayahnya. Tiga tuntutan bakal di orasikan yaitu 1. Tutup adanya cotege/ hotel/ penginapan
2. Jangan mengadakan atau menyuarakan musik dangdutan dan lainya
3. Di larangnya menjual atau menyediakan minuman keras.

Dalam orasinya ketua korlap mengatakan,” kami hanya meminta kepada pihak pengusaha Coconut, agar tidak menceng dari awal perjanjian saat ingin di bangunnya Coconut tersebut,” ucap salah satu pendemo.

Hal lain juga di ungkapkan oleh Ustad Entus mak’mun Idris,” kembalikan ke perjanjian awal, hentikan beroprasinya Villa/Penginapan/Hotel/Cottage dan sejenisnya, hentikan hiburan seperti musik dangdut dan sejenisnya. Kami juga berharap tidak boleh jual minuman keras atau sejenisnya,” pintanya.

Aksi Unras juga menuntut, jika tuntutan hari ini tidak di hiraukan, pihaknya akan kembali aksi jilid dua dengan membawa masa lebih bnyak lagi,” kami akan kembali jika tidak di indahkan, oleh pihak Coconut Island,” ungkapnya.

Dalam aksinya masyarakat membawa berbagi macam tulisan melalui karton, dan pengeras suara (sound sistem).

Dalam aksi tersebut juga di hadiri oleh Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Labuan dan perangkat Pemerintah Kecamatan Labuan.

Saat di mintai keterangan terkait aksi warga, Kapolsek Resort Labuan mengatakan,” Alhamdullillah dalam aksi ini masyarakat pendemo tertib dan kondusif, dan kami akan memfasilitasi tuntutannya kepada pihak perusahaan,” ucap Kapolsek.

Di lain hal, pihak Coconut juga menerima sebagian wartawan di terima oleh operasional manager, Yana menerangkan “ kami pihak Coconut island tidak menyediakan minum minuman keras atau sejenisnya, apalagi sampai menyediakan tempat hiburan itu tidak ada. Adapun musik hanya ada sedikit musik tamu restoran biasa, memang pernah ada musik keras yang mungkin terdengar oleh warga masyarakat di luar, itu musik yang hajat pesta pernikahan warga caringin,” ucapnya kepada awak media.

Masih menurutnya, adapun tuntutan yang pertama terkait perjanjian awal adanya cottag atau hotel,” kami belum pernah ada perjanjian lisan ataupun tulisan dalam hal ini, karena kami pihak perusahaan berjalan dari tahun 2019, jika pun ada mungkin dengan management yang sebelum kami,” jelas Yana.

Perwakilan Owner Nadiya Menambahkan “Kami miliki Perijinan wisata, dan perijinan tersebut tidak berbunyi spesifikasi, dan ada rentetan lainya. Dan terkait perjanjian kami tidak cukup mengetahui nya,” terangnya kepada awak media.

Nadiya juga menjelaskan regulasi Hotel atau Cottage dalam penerimaan tamu,”
terkait itu kami ada regulasinya, kami tidak menerima sembarang tamu kami teliti juga memiliki surat nikah apa tidak, dan itu sudah berjalan lama sejak kami masuk management baru dari tahun 2019 sampe sekarang,” terangnya kembali.

Masih juga menurut Nadinya,” kami juga sangat menghormati masyarakat Caringin, tidak akan kami biarkan tamu coconut island bermaksiat di tempat ini. Pihak kami juga selalu, menghormati sesepuh dan tokoh ulama besar yang sudah tiada,” ungkap Nadinya.

Coconut sendiri merekrut tenaga masyarakat penyanggah dan setempat 67 staf karyawan,” disini pihak perusahaan memberdayakan masyarakat yang mayoritas warga caringin dan sekitarnya dari jakarta hanya ada 3 termasuk saya. Nah ini sebagai bentuk peduli pihak perusahaan, dalam hal lain juga sering melakukan santunan kepada warga sekitar, namun untuk saat ini perusahaan sedang mengalami penurunan pengunjung. Memang pihak Perusahaan
agak lama santunan itu tidak kami lakukan, makanya disini juga butuh dukungan juga, terakhir saya mohon maaf atas nama perusahaan coconut island jika ada aktifitas kami mengganggu warga sekitar hal tersebut itu kami tidak sengaja,” tutup Nadiya.

Reporter : Rudi/Yona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.